Today:15 July, 2020

Mengapa Makanan Pedas Membuat Kita Berkeringat?

sambal-pedas-doktersehat
Photo Source: Flickr/pfatourou

Rumren Official– Makanan pedas bisa memberikan sensasi mantap saat dikonsumsi. Hanya saja, jika dicermati, kita tak hanya akan merasakan sensasi pedas saat mengonsumsinya, melainkan juga akan berkeringat dalam jumlah yang banyak. Sebenarnya, apa penyebab makanan pedas bisa membuat kita berkeringat?

Makanan Pedas Membuat Berkeringat

Tak perlu menunggu waktu lama. Semenjak suapan pertama makanan pedas, kita bisa merasakan sensasi panas yang langsung bisa dirasakan di wajah dan kemudian berlanjut ke seluruh tubuh. Hal inilah yang kemudian membuat kita banyak berkeringat. Menurut pakar kesehatan, hal ini wajar terjadi dan terkait dengan sensor yang ada di lidah kita.

Sebagai informasi, lidah kita bisa merasakan sensasi manis, pahit, asam, dan rasa lainnya. Hanya saja, khusus untuk rasa pedas, maka sensor yang akan aktif di lidah adalah nosiseptor polimodal. Saat sensor ini aktif, otak akan mendapatkan sinyal panas dan mengaktifkan sistem demi melepaskan panas di dalam tubuh. Hal inilah yang kemudian membuat kita banyak mengeluarkan keringat.

Menariknya, sensasi pedas yang dirasakan bisa memberikan efek yang berbeda pada tubuh. Sebagai contoh, jika kita makan cabai, maka yang dirasakan adalah sensasi panas. Jika kita makan menthol, maka sensasi yang dirasakan adalah dingin. Jika yang dikonsumsi adalah cabai dan lada hitam, maka sensasi panas dan pedas yang dipicu oeh senyawa alkylamide ini akan sangat terasa pada mulut.

Jika kita mengonsumsi wasabi yang mengandung senyawa isothiocyanates, maka sensasi panas dan pedas akan langsung terasa di bagian sinus. Hal ini membuat kita langsung merasakan sensasi panas pada bagian dalam hidung.

Berbagai Manfaat Makan Makanan Pedas

Tak hanya bisa meningkatkan selera makan, pakar kesehatan menyebut ada manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita hobi makan makanan pedas.

Berikut adalah manfaat kesehatan tersebut.

  1. Mengendalikan Berat Badan

Kandungan capsaicin yang bisa kita dapatkan dari sambal atau cabai bisa membuat sistem metabolisme meningkat. Hal ini akan berimbas pada pembakaran kalori yang berlangsung semakin baik. Imbasnya bisa berupa peningkatan denyut jantung, meningkatnya sirkulasi darah, hingga membuat berat badan menurun atau terkendali.

  1. Memperbaiki Kesehatan Organ Kardiovaskular

Tak hanya membuat sirkulasi darah menjadi semakin lancar, rutin makan makanan pedas juga bisa mencegah penggumpalan darah yang bisa memicu terkena penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Penelitian juga membuktikan bahwa rutin makan sambal atau makanan pedas lainnya akan mencegah hipertensi sekaligus membuat pembuluh darah menjadi semakin kuat.

  1. Menurunkan Risiko Kanker

Penelitan yang dilakukan oleh American Cancer Society yang melibatkan sekitar 228 ribu pasien kanker paru membuktikan bahwa rutin mengonsumsi makanan pedas yang tinggi kandungan capsaicin bisa menurunkan risiko kanker dengan efektif.

  1. Membuat Fungsi Pencernaan Meningkat

Meningkatnya sirkulasi darah bisa berimbas positif pada kesehatan organ-organ pencernaan. Lapisan mucus pada organ dalam akan semakin kuat dan keseimbangan bakteri di dalam usus juga akan semakin membaik. Proses penyerapan makanan akan berlangsung dengan lebih baik dan sistem kekebalan tubuh pun akan semakin kuat.

  1. Meningkatkan Fungsi Pernapasan

Mereka yang memiliki masalah asma atau sinusitis sangatlah disarankan untuk rutin makan makanan pedas. Hal ini disebabkan oleh sifat makanan pedas yang bisa membuat saluran pernapasan menjadi lebih lega. Risiko terkena gejala sesak napas, flu, dan pilek pun bisa diturunkan dengan signifikan.

 

Sumber:

  1. Courseault, Jacques. Why Do People Sweat When They Eat Spicy Foods?. livestrong.com/article/501009-why-do-people-sweat-when-they-eat-spicy-foods/ (Diakses pada 10 Desember 2019).

Share