Today:23 September, 2020

Hamil 2 Minggu: Ciri-Ciri, Perkembangan Janin, & Tips

Apa yang terjadi saat Anda hamil 2 minggu? Ya, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bentuk janin 2 minggu, bentuk perut hamil 2 minggu, dan sebagainya. Agar lebih jelas, Simak informasi mengenai kehamilan di minggu kedua berikut ini!

perkembangan-janin-2-minggu-doktersehat

Usia Kehamilan 2 Minggu

Jika Anda mempertanyakan bagaimana kondisi janin saat hamil 2 minggu, maka Anda harus tahu bahwa memasuki minggu kedua kehamilan, belum ada janin di dalam kandungan. Proses bertemunya sel sperma dan sel telur (ovum) baru terjadi di akhir minggu kedua, atau awal minggu ketiga. Sementara itu, hari pertama kehamilan umumnya terhitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) dan berakhir pada hari perkiraan lahir di minggu ke-42. Oleh karenanya, Anda yang sedang merencanakan kehamilan sangat disarankan untuk rutin berhubungan intim di akhir minggu kedua atau awal minggu ketiga.

Ketika sperma dan sel telur bertemu di akhir minggu kedua, maka terbentuklah sel yang disebut sebagai zigot. Sel ini lantas berkembang menjadi embrio berukuran sekitar 0,01-0,02 sentimeter. Embrio tersebut terdiri dari dua lapisan sel yaitu endoterm dan ektoderm. Kedua lapisan sel nantinya akan membentuk organ tubuh.

Jenis kelamin calon bayi juga sudah ditentukan secara genetik di minggu kedua. Ya, manusia memiliki 46 kromosom (material genetik di dalam inti sel tubuh). Dari 46 kromosom tersebut, 2 di antaranya merupakan kromosom seks yang akan menentukan jenis kelamin.

Baik sperma maupun sel telur sama-sama ‘menyumbang’ 1 buah kromosom. Sperma akan membawa antara kromosom X atau Y, sedangkan sel telur hanya membawa kromosom X. Jika saat pembuahan kromosom yang bergabung adalah XY,  maka anak Anda akan berjenis kelamin laki-laki. Sementara apabila kombinasi kromosomnya adalah XX,  Anda akan melahirkan anak perempuan.

Perubahan pada Tubuh

Sama seperti di minggu pertama, bentuk perut ketika Anda hamil 2 minggu juga belum mengalami perubahan yang signifikan. Akan tetapi, ada perkembangan yang terjadi di dalam perut yakni sel telur matang sudah terbentuk. Sel telur selanjutnya akan ‘tinggal’ di tuba falopi untuk menunggu kedatangan sperma yang akan membuahinya.

Manakala terjadi pembuahan, terbentuklah embrio yang mana embrio ini akan memproduksi hormon kehamilan. Hormon kehamilan berfungsi untuk memberi tahu pada tubuh bahwa embrio telah terbentuk yang lantas direspons tubuh dengan cara menghasilkan sejumlah perubahan selama kehamilan.

Perubahan lainnya yang juga terjadi saat hamil 2 minggu yaitu menebalnya lapisan rahim. Penebalan lapisan rahim merupakan mekanisme alami tubuh guna mempersiapkan rahim sebagai tempat janin akan tumbuh dan berkembang hingga menjadi bayi.

Sejumlah ciri-ciri hamil 2 minggu  seiring dengan tibanya masa subur adalah sebagai berikut:

  • Menstruasi berakhir
  • Payudara lebih sensitif terhadap rangsangan
  • Merasa lebih bersemangat
  • Peningkatan minat terhadap aktivitas seksual
  • Peningkatan produksi lendir jernih vagina
  • Lendir vagina elastis

Selain itu, perubahan juga terlihat pada leher rahim (serviks). Pada periode ini, umumnya serviks Anda akan menjadi lebih lembut, posisinya lebih tinggi, lebih basah, dan lebih terbuka.

Baca Juga: Perkembangan Janin 1 Minggu, Kehamilan Sebenarnya Belum Terjadi?

Pemeriksaan Kehamilan

Guna memastikan kehamilan yang terjadi, ada sejumlah pemeriksaan yang harus Anda lakukan di minggu kedua ini. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Masa Subur

Usia kehamilan 2 minggu atau siklus menstruasi minggu kedua dapat dikenali dari menstruasi sebelumnya yang sudah selesai, dan setelah 1 minggu akan terjadi masa subur, Ibu dapat merasakan mood yang lebih stabil serta tubuh yang terasa bugar.

2. Periksa Suhu Basal Tubuh

Suhu Basal Tubuh adalah suhu saat pertama kali bangun tidur sebelum turun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas apapun.

Saat Ibu tidak mengalami ovulasi /tidak subur suhu basal berkisar 36,1 – 36,4 derajat Celcius; sedangkan pada masa subur, suhu basal bisa meningkat antara 36,4 – 37 derajat Celcius.

Guna memeriksa suhu basal tubuh, Anda memerlukan termometer ketiak. Lakukan pemeriksaan suhu ini di pagi hari pada waktu yang sama secara konsisten, misalnya setiap jam 9 pagi, dan sebelum Anda melakukan aktivitas.

Lakukan pemeriksaan setiap pagi selama 1-2 bulan dan dicatat supaya anda mengetahui berapa rata-rata suhu tubuh saat Anda tidak subur, dan berapa peningkatan saat Anda subur, dan pada hari keberapa biasanya Anda mengalami masa subur.

3. Tes Kehamilan

Tes kehamilan dilakukan dengan cara mendeteksi kadar hormon kehamilan b-HCG (beta Human Chorionic Gonadotropin) di dalam darah atau urin, dapat terdeteksi 6-10 hari setelah pembuahan.

Tips Kehamilan

Agar masa subur  dapat berjalan optimal dan berlanjut menjadi suatu kehamilan, ada sejumlah tips yang bisa Anda terapkan bersama pasangan. Apa saja tips-tips tersebut? Berikut informasinya.

1. Berkomunikasi dengan Pasangan

Komunikasikan dengan pasangan bila anda berdua merencanakan untuk hamil, dan bila Ibu sudah memantau masa subur dengan metode suhu basal atau dengan memantau produksi lendir vagina, sebaiknya Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk melakukan hubungan suami istri.

2. Melakukan Foreplay Lebih Lama

Masa subur merupakan saat dimana Ibu bisa lebih rileks dan menikmati hubungan seksual  karena lendir dan pelumasan vagina meningkat; sebaiknya nikmati ‘quality time’ Anda dan pasangan dan jangan terburu-buru, foreplay yang berkualitas dapat mempermudah ibu mencapai orgasme. Pada saat orgasme terjadi kontraksi pada vagina dan rahim dapat membantu sel sperma untuk mencapai saluran telur dan membuahi sel telur.

3. Cukupi Asupan Vitamin dan Nutrisi Lainnya

Agar terbentuk sel telur dan sel spermatozoa yang berkualitas sehingga peluang kehamilan menjadi semakin tinggi, mencukupi kebutuhan vitamin dan nutrisi penting lainnya sudah tentu menjadi suatu kewajiban. Anda yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung:

  • Lemak
  • Protein
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Zinc

4. Olahraga Teratur

Melakukan olahraga secara teratur juga sebaiknya tidak boleh Anda lewatkan guna meningkatkan peluang untuk hamil. Olahraga membantu tubuh agar tetap berada pada kondisi terbaiknya. Tidak perlu melakukan olahraga berat, Anda cukup melakukan olahraga ringan seperti jogging, bersepeda, atau yoga.

5. Istirahat yang Cukup dan Kelola Stres dengan Baik

Terakhir, pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup dan juga kendalikan stres dengan baik. Keduanya juga merupakan faktor penting guna meningkatkan peluang kehamilan, di samping tentu saja mencegah Anda dari serangan penyakit.

 

  1. Anonim. Your Baby’s Development: Week 2. https://kidshealth.org/en/parents/week2.html (Diakses pada 9 Juni 2020)
  2. Anonim. 2 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/2-weeks-pregnant (Diakses pada 9 Juni 2020)
  3. Anonim. 1-2 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/weeks-1-and-2.aspx (Diakses pada 9 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 2 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/2-weeks-pregnant-4158819 (Diakses pada 9 Juni 2020)
  5. Sliver, N. 2017. 2 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/week-two#symptoms (Diakses pada 9 Juni 2020)

Rumren Official | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi

Share