Today:14 July, 2020

Anemia pada Ibu Menyusui, Ini Penyebab dan Gejalanya • Rumren

Sebuah tantangan bagi para ibu menyusui ketika timbul gejala anemia, karena anemia tidak hanya memberikan dampak pada ibu, tetapi juga bayi. Untuk itu, ketahui penyebab umum anemia pada ibu menyusui, beserta gejalanya.

Penyebab anemia pada ibu menyusui

Mungkin ada anggapan bahwa anemia pada ibu menyusui terjadi karena zat besi dalam tubuh ibu banyak mengalir melalui ASI, sehingga ibu kekurangan mineral penting tersebut. Menurut laman Baby Center, ASI hanya mengambil 0,3 mg zat besi dalam tubuh ibu setiap harinya. Sementara itu, kebanyakan perempuan mengonsumsi setidaknya 14 mg zat besi setiap harinya.

Salah satu penyebab anemia defisiensi besi yang dialami ibu menyusui karena terjadinya lokia. Lokia merupakan perdarahan yang terjadi setelah melahirkan secara normal ataupun caesar. Hal ini normal sebagai tanda pemulihan rahim pasca melahirkan.

Defisiensi zat besi dapat menyebabkan anemia, karena tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin yang bertugas untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

obat sakit kepala untuk ibu menyusui

Berdasarkan studi dari Annals of Hematology, biasanya anemia terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan. Penyebab terbesar anemia setelah melahirkan juga terjadi karena perdarahan hebat pasca melahirkan. 

Studi tersebut juga menjabarkan bahwa dampak anemia setelah melahirkan terkait erat dengan penurunan kualitas hidup, penurunan kemampuan kognitif, emosi yang tidak stabil, hingga depresi.

Salah satu faktor risiko anemia ibu yang menyusui yaitu ketika mereka tidak mengelola dietnya dengan asupan tinggi zat besi. 

Bagaimanapun, zat besi kembali pada jumlah normal ketika tubuh kembali pulih setelah melahirkan. Penting bagi setiap ibu menyusui untuk tetap mengonsumsi makanan kaya akan zat besi untuk memproduksi hemoglobin.

Gejala anemia ibu menyusui

vitamin d ibu menyusui

Anemia defisiensi besi dapat membuat aktivitas ibu menyusui terganggu. Ia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengurus bayi. Ketika anemia datang, konsentrasi ibu terpecah antara memperhatikan bayi atau menghilangkan gejalanya. 

Gejala anemia ibu menyusui biasanya ditandai dengan rasa kelelahan. Namun, untuk mengetahui kepastian apakah ibu mengalami anemia, cobalah untuk melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah di dokter. 

Ketika pasokan oksigen tidak beredar optimal ke seluruh tubuh, organ tidak dapat berfungsi dengan baik. Adapun gejala yang bisa timbul ketika anemia terjadi pada ibu menyusui.

  • cepat lelah
  • rasa makanan seperti berubah
  • berdenging pada telinga (tinnitus)
  • lidah terasa perih
  • sakit kepala
  • gatal pada kulit
  • napas pendek
  • jantung berdetak cepat

Dalam kondisi ibu menyusui yang sudah lelah, suasana hatinya sangat mudah terganggu dan dapat memengaruhi bonding antara ibu dan anak. Ketika suasana hati ibu memburuk, ASI menjadi tidak lancar

Bila terjadi anemia berat, ASI tidak mengandung nutrisi zat besi yang cukup untuk si bayi sehingga ia tidak mendapatkan asupan gizi yang optimal. Jika anemia pada ibu menyusui tak segera ditangani, bisa memberikan pengaruh untuk tumbuh kembang bayi ke depannya. 

Maka itu, penting bagi ibu menyusui untuk mengelola asupannya agar anemia tidak mengganggu kegiatan sehari-harinya, terutama dalam merawat bayinya. Setelah memastikan asupan nutrisi sudah baik, tetapi masih terjadi anemia, maka perlu ditelusuri faktor lain apa penyebab anemianya sehingga dapat segera ditatalaksana dengan baik.

Cara tepat untuk mengatasi anemia pada ibu menyusui

Obat batuk untuk ibu menyusui ala rumahan

Para ibu masih dapat menikmati waktunya semaksimal mungkin dalam merawat si kecil. Ini bisa dilakukan dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Terutama pada ibu menyusui yang mengalami defisiensi zat besi, ada baiknya mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti berikut.

  • daging merah
  • ikan
  • daging unggas
  • buah-buahan kering, seperti kismis
  • kale
  • brokoli
  • kacang-kacangan
  • selada air

Ibu bisa melengkapi asupan nutrisi tinggi zat besi dengan suplemen yang mengandung zat besi (lipofer dan Fe glukonat), asam folat, dan vitamin B kompleks. 

Lipofer merupakan zat besi yang lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi lainnya karena merupakan mikroenkapsulasi. Sementara Fe glukonat juga merupakan zat besi dengan kandungan elemen Fe yang tinggi sehingga dapat mencegah anemia.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Dokter akan merekomendasikan penatalaksanaan yang tepat mengenai anemia pada kondisi ibu menyusui.

Baca Juga:

Share