Today:21 September, 2020

COVID-19 Disebut Tingkatkan Risiko Stroke pada Anak Muda

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Umumnya, virus corona (COVID-19) menyerang saluran pernapasan hingga menyebabkan gejala berupa batuk, demam, dan sesak napas. Namun, pada kasus tertentu ternyata COVID-19 dapat meningkatkan risiko stroke, terutama pada orang yang lebih muda. Apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi?

COVID-19 picu risiko stroke pada orang lebih muda

Laki-laki mengalami serangan stroke ringan

Sebenarnya, sampai saat ini penyebab mengapa beberapa pasien yang terkena COVID-19 dapat memicu risiko stroke belum diketahui pasti. Sebuah studi yang dimuat di jurnal Neurosurgery pun mencoba meneliti hal tersebut, terutama pada pasien muda yang tidak memiliki faktor risiko stroke.

Para peneliti berpendapat fenomena ini perlu dianalisis karena pasien berusia antara 30-50 tahun mengalami stroke yang biasa dialami pasien berusia lebih dari 70 tahun.

Walaupun cukup terbatas dalam beberapa hal, setidaknya penelitian ini bertujuan agar masyarakat semakin waspada. Pasalnya, banyak orang dewasa dan anak muda yang mungkin tidak menyadari telah terinfeksi COVID-19 dan mengembangkan risiko stroke lebih tinggi.

Studi tersebut mengikutsertakan 14 pasien yang diperiksa terkait masalah stroke. Delapan pasien laki-laki, enam lainnya perempuan. Setengah dari mereka tidak tahu telah terkena COVID-19. Sisanya sedang menjalani perawatan untuk gejala penyakit lain ketika terserang stroke. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Hasilnya menunjukkan bahwa pasien bergejala stroke menunda memeriksakan diri ke rumah sakit karena takut terkena virus corona. Akibatnya, peluang stroke dapat diobati pun semakin kecil dan penundaannya juga meningkatkan risiko yang lebih besar. 

Terlebih lagi, 42% dari pasien stroke positif COVID-19 yang mengikuti penelitian ini berusia di bawah 50 tahun. Selain itu, mereka juga mengalami stroke pada pembuluh darah besar, di kedua belahan otak, dan kedua arteri dan vena otak. 

Fenomena ini ternyata cukup langka, terutama pada pasien yang memiliki faktor risiko stroke. Maka dari itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala COVID-19 yang dialami agar mendapatkan penanganan yang cepat. 

Penyebab COVID-19 memicu risiko stroke

efek coronavirus covid-19

Risiko stroke yang dialami pasien COVID-19, terutama pada mereka yang masih cukup muda, memerlukan perhatian khusus. Mulai dari apa yang menyebabkan virus penyakit pernapasan ini menimbulkan stroke hingga penanganannya. 

Menurut para peneliti, virus COVID-19 masuk ke tubuh manusia melalui sel protein yang disebut ACE2. Virus corona ini kemudian menempel pada protein tersebut dan menggunakannya sebagai jalur masuk ke dalam sel tempat virus mereplikasi. 

Tidak semua sel memiliki jumlah protein ACE2 yang sama dan protein ini juga menyebar ke sel-sel yang melapisi pembuluh darah, jantung, dan paru-paru. Para peneliti menduga bahwa coronavirus ini mungkin juga mengganggu fungsi normal reseptor, yaitu sel yang berfungsi mengontrol aliran di otak.

Selain gangguan pada reseptor, penyebab paling mungkin lain adalah adanya peradangan pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan cedera pada sel yang melapisi lumen tubuh atau endotelium. Akibatnya, penyumbatan pembuluh kecil pun dapat terjadi. 

droplet covid-19

Bagi mereka yang termasuk kelompok berisiko stroke, seperti mengalami hipertensi dan diabetes, sangat mungkin mengalami pembekuan darah secara berlebihan.

Kondisi tersebut dapat muncul karena adanya peradangan yang disebabkan oleh COVID-19. Apabila ini terjadi, risiko serangan stroke ringan atau stroke iskemik pun meningkat.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli bedah di Thomas Jefferson University tersebut bertujuan mengingatkan tenaga kesehatan dan masyarakat agar lebih berhati-hati. Pasalnya, risiko stroke amat mungkin terjadi pada yang tidak menyadari sudah terkena COVID-19 atau merasa sakit akibat infeksi virus tersebut.

Apa saja yang perlu diperhatikan?

Risiko stroke yang diakibatkan oleh COVID-19 tentu membuat masyarakat semakin khawatir. Maka dari itu, sangat penting untuk menjalani upaya mencegah penularan COVID-19. Mulai dari menggunakan masker hingga mengikuti pedoman social distancing dan menjaga kebersihan tangan. 

Selain itu, rutin berolahraga ketika menjalani karantina di rumah pun juga penting dilakukan. Pola makan sehat, olahraga teratur, dan teratur minum obat tetap menjadi upaya mengurangi risiko stroke terutama di masa pandemi COVID-19.

Terlebih lagi, Anda juga perlu memperhatikan gejala COVID-19 yang berhubungan dengan stroke. Pasien COVID-19 sangat mungkin mengalami gejala yang berkaitan dengan masalah otak dan gejala stroke, seperti:

Hilang Penciuman dan Pengecapan Bisa Jadi Gejala COVID-19

Apabila Anda atau anggota rumah merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi ambulans. Terlepas dari COVID-19 dapat memicu risiko stroke, terutama pada anak muda, mereka yang mengalami gejala terkait perlu mendapatkan penanganan yang cepat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Baca Juga:

Share