Blighted ovum (kehamilan kosong) adalah salah satu penyebab keguguran paling umum di awal kehamilan. Ketahui apa itu blighted ovum, gejala, penyebab, perawatan, dan pencegahan.

blighted-ovum-hamil-kosong-doktersehat

Apa Itu Blighted Ovum?

Blighted ovum adalah kehamilan kosong di mana sel telur di dalam rahim tidak berkembang menjadi embrio (tahap awal perkembangan janin) walaupun kantung plasenta tetap berkembang. Kehamilan ini awalnya terdeteksi seperti kehamilan normal dimana sel telur menghasilkan hormon chorionic gonadotropin (hCG) yang muncul sebagai tes kehamilan positif.

Kehamilan kosong atau yang disebut juga kehamilan anembryonic akan menyebabkan keguguran dalam usia kandungan 7-12 minggu. Hamil kosong adalah penyebab keguguran utama pada usia awal kehamilan yang mungkin terjadi bahkan saat seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Gejala Blighted Ovum

Tanda-tanda hamil kosong sering tidak disadari hingga wanita tersebut mengalami keguguran di masa awal kehamilan. Anda tetap memiliki tanda-tanda kehamilan seperti telat menstruasi, nyeri payudara, tes kehamilan positif, hingga gejala kehamilan yang meyakinkan lainnya.

Pada usia awal kehamilan (di bawah 20 minggu), sel telur yang gagal berkembang menjadi embrio akan dirasakan oleh tubuh. Gejala kehamilan akan menghilang dan Anda mengalami tanda-tanda keguguran.

Berikut ini adalah tanda-tanda hamil kosong:

Bercak atau Pendarahan Vagina: Gejala ini umum terjadi pada masa awal kehamilan, namun bila Anda mengalami pendarahan hebat yang tidak dapat dijelaskan, segera hubungi dokter.

  • Kram Parah: Gejala ini juga merupakan tanda awal kehamilan, namun bila gejala ini disertai dengan pendarahan dan demam maka dikhawatirkan sebagai komplikasi kehamilan.
  • Hormon hCG Menurun: Hormon hCG diproduksi saat Anda hamil. Hormon ini akan menurun dan Anda mulai kehilangan tanda-tanda kehamilan lainnya.
  • Tidak Merasakan Tanda Kehamilan: Anda akan merasakan gejala kehamilan menghilang, seperti tidak nyeri payudara lagi dan kehamilan kosong.
  • Hasil Ultrasonologi: Hamil kosong hanya dapat ditentukan dari hasil USG. Dokter akan memberikan diagnosis apabila embrio tidak berkembang.

Anda harus memeriksakan ke dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda hamil kosong. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan USG lanjutan untuk memastikan perkembangan embrio.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal dokter atau bidan sangat penting untuk dilakukan. Dokter akan memberitahu bila ada risiko komplikasi kehamilan atau gangguan perkembangan kesehatan ibu dan janin.

Pemeriksaan dini akan membantu untuk mendeteksi gangguan kesehatan ibu dan janin sejak awal sehingga dokter dapat memberikan opsi perawatan atau pencegahan masalah kehamilan yang lebih tepat.

Penyebab Blighted Ovum

Penyebab hamil kosong belum diketahui secara pasti, namun faktor utama adalah gangguan pada kromosom atau struktur utama gen. Kondisi ini mungkin terjadi akibat kualitas sperma dan sel telur yang rendah.

Saat sel telur tidak berkembang menjadi embrio, maka tubuh Anda secara alami akan mengenali dan menghentikan kehamilan hingga terjadi keguguran. Kehamilan kosong dapat terjadi pada kehamilan pertama atau bahkan pada kehamilan selanjutnya lebih dari satu kali.

Apabila Anda pernah mengalami keguguran akibat kehamilan kosong, Anda harus rajin konsultasi ke dokter apabila merencanakan kehamilan selanjutnya. Sebagian besar wanita dengan pengalaman kehamilan kosong juga dapat hamil dengan sehat pada kehamilan selanjutnya.

Diagnosis Blighted Ovum

Satu-satunya diagnosis blighted ovum adalah dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pemeriksaan kehamilan tersebut akan memberi informasi kesehatan janin secara lengkap. Hasil sonogram akan memberikan informasi tentang plasenta dan bagaimana embrio berkembang.

Apabila wanita yang hamil muda mengalami kehamilan kosong, maka dokter akan memberikan diagnosis dengan lengkap. Kehamilan kosong biasanya terjadi dalam usia kehamilan 8-13 minggu.

Baca Juga: 6 Tanda-Tanda Hamil Muda pada Perut dan Cara Mengatasinya

Perawatan Blighted Ovum 

Apabila hasil USG menunjukan Anda mengalami hamil kosong, maka dokter akan memberikan opsi perawatan terbaik, seperti:

  • Menunggu hingga tanda-tanda keguguran karena embrio yang tidak berkembang tidak mungkin diselamatkan.
  • Minum obat untuk mempercepat keguguran.
  • Pembedahan kuret untuk mengangkat jaringan plasenta dari uterus.

Dokter akan memberikan opsi perawatan sesuai dengan kondisi Anda. Apabila memungkinkan untuk pembedahan kuret, maka dokter akan menyarankannya dengan memberitahu semua risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.

Perawatan Setelah Keguguran Akibat Blighted Ovum

Pada kasus kehamilan kosong, sebenarnya tidak ada janin dalam kehamilan tersebut namun tetap akan memiliki dampak emosional bagi wanita dan keluarganya. Wanita tersebut memerlukan dukungan keluarga dan persiapan fisik yang baik bila ingin merencanakan kehamilan kembali.

Setelah keguguran tersebut, wanita tersebut tetap dapat hamil dengan normal di kehamilan selanjutnya namun dokter menyarankan untuk menunggu selama setahun atau setidaknya 3 kali siklus menstruasi untuk mencoba hamil lagi.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Keguguran yang Wajib Diwaspadai Bumil

Pencegahan Blighted Ovum

Tidak ada pencegahan untuk keguguran akibat kehamilan kosong, namun Anda dapat menanganinya dengan perencanaan kehamilan yang matang baik secara fisik dan psikis. Selain itu, konsultasi pada dokter kehamilan Anda secara rutin.

Berikut ini cara mencegah keguguran secara umum:

  • Pastikan Anda dan pasangan memiliki kesehatan reproduksi yang baik.
  • Penuhi asupan nutrisi dan vitamin dari makanan yang direkomendasikan untuk ibu hamil.
  • Penuhi kebutuhan asam folat untuk kesehatan ibu dan janin.
  • Hindari makanan yang berbahaya untuk ibu hamil dan janin.
  • Batasi asupan kafein.
  • Jangan minum alkohol.
  • Jangan konsumsi obat sembarangan.
  • Kelola stres.
  • Jalani pola hidup bersih dan sehat.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu blighted ovum atau hamil kosong. Kondisi ini mengacu pada istilah medis untuk embrio yang tidak berkembang. Embrio yang tidak berkembang harus dilepaskan dari rahim, tubuh akan secara alami meresponnya hingga terjadi keguguran.

 

  1. de Bellefonds, Colleen. 2020. What Is a Blighted Ovum?. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/blighted-ovum. (Diakses pada 10 Juni 2020).
  2. Pregnancy Birth & Baby. 2019. Blighted ovum. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/blighted-ovum. (Diakses pada 10 Juni 2020).
  3. WebMD. 2018. Understanding Miscarriage – Prevention. https://www.webmd.com/baby/understanding-miscarriage-prevention. (Diakses pada 10 Juni 2020).
  4. WebMD. 2019. Blighted Ovum. https://www.webmd.com/baby/blighted-ovum#1-3. (Diakses pada 10 Juni 2020).
  5. Whelan, Corey. 2017. What You Should Know About Blighted Ovum, Miscarriage, and Future Pregnancies. https://www.healthline.com/health/pregnancy/blighted-ovum. (Diakses pada 10 Juni 2020).

Rumren Official | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi