Today:23 September, 2020

Manfaat Hubungan Harmonis pada Pasien Kanker Payudara

Siapa yang tidak ingin memiliki hubungan harmonis dengan pasangannya? Faktanya, memiliki hubungan romantis dan harmonis mendatangkan banyak manfaat bagi setiap aspek, termasuk psikologis pasien kanker payudara. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pengaruh hubungan harmonis pada pasien kanker payudara

mamografi dan termografi

Sembuh dari kanker payudara bukan berarti tidak dapat lepas dari risiko munculnya kembali kanker tersebut. Para pasien yang sudah sembuh dari kanker payudara dengan peningkatan peradangan di tubuhnya ternyata memiliki risiko lebih besar. 

Peradangan yang dialami pasien kanker payudara bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketika dihadapkan oleh diagnosis kanker dan perawatan yang mereka jalani. Namun, dengan mengurangi tingkat stres yang ada di tubuh mereka, ternyata cukup bermanfaat pada kesehatan pasien secara keseluruhan. 

Salah satu faktor yang dapat mengurangi tingkat stres adalah dengan mempunyai hubungan harmonis. Manfaat dari hubungan harmonis yang dimiliki oleh pasien kanker payudara ternyata berpengaruh terhadap psikologis mereka. 

Hal ini dibuktikan oleh peneliti dari jurnal Psychoneuroendocrinology. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyintas kanker payudara yang puas dalam hubungannya memiliki tingkat stres psikologis lebih rendah. 

pengobatan kanker paru

Kondisi tersebut ternyata bisa dikaitkan dengan peradangan yang juga lebih rendah di dalam darah pasien. Pasalnya, menjaga tingkat peradangan tubuh dalam batas yang wajar adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan pasien kanker payudara secara umum. 

Pada saat seseorang sakit dan terluka, peradangan memang dapat meningkatkan waktu penyembuhan. Namun, kadar peradangan di tubuh yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kanker kembali muncul. 

Masa-masa penyembuhan seperti ini sangat penting bagi para pasien kanker payudara. Dengan memiliki pasangan yang mendukung dan merasa diperhatikan, penyintas merasa cukup terbantu melewati fase ini. 

Maka dari itu, manfaat dari hubungan harmonis ini bisa meningkatkan kesehatan pasien kanker payudara, terutama di waktu-waktu yang tidak pasti. 

Semakin harmonis suatu hubungan, semakin rendah tingkat stres

seks untuk pasien kanker

Hubungan harmonis memang memberikan sejumlah manfaat bagi setiap orang, termasuk pasien kanker payudara. Mereka yang berada dalam hubungan yang sehat dan pernah mengalami kanker payudara dilaporkan memiliki tingkat stres yang rendah. 

Penelitian yang dipimpin oleh Rosie Shrout, seorang profesor psikiatri dan psikologi di Institute for Behavioral Medicine Research, melakukan analisis terhadap temuan tersebut. Ia menggunakan data dari studi sebelumnya yang meninjau rasa lelah dan kekebalan tubuh penderita kanker payudara. 

Studi ini diikuti oleh 139 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun. Mereka diminta untuk menyelesaikan kuesioner tentang diri sendiri dan memberikan sampel darah pada tiga kali pertemuan. 

Rentang waktu penelitian ini dilakukan 1-3 bulan setelah diagnosis kanker dan dua kunjungan berikutnya yaitu 6 dan 18 bulan setelah pengobatan kanker. 

gaya hidup setelah kanker serviks

Mereka diminta untuk menilai seberapa puas hubungan romantis yang mereka miliki dan melaporkan tingkat kebahagiaan yang dialami. Mulai dari rasa nyaman, bagaimana menghargai hubungan tersebut, hingga kepuasan secara keseluruhan. 

Kemudian, peneliti mencoba menganalisis sampel darah para peserta dan membandingkannya dengan empat protein yang berhubungan dengan peradangan tubuh. Jenis peradangan kronis ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin harmonis dan merasa puas dalam hubungan, semakin rendah tingkat stres yang dialami pasien kanker payudara. Temuan ini juga memperlihatkan pentingnya dukungan dari pasangan yang berada dalam hubungan yang sehat. 

Beberapa penyintas mungkin memerlukan bantuan tambahan karena memiliki hubungan yang penuh tekanan. Maka dari itu, para ahli berpendapat bahwa menyediakan konseling pada pasien yang mengalami masalah hubungan pun perlu dipertimbangkan. 

Membangun hubungan harmonis bagi pasien kanker payudara

mempertahankan kesuburan pria pasien kanker

Tidak semua orang beruntung mendapatkan pasangan yang mendukung para pasien kanker payudara untuk melewati fase-fase sulit. 

Jika Anda mempunyai pasangan, mendapati adanya kesulitan dalam berhubungan intim adalah persoalan yang sering ditemui. Kebanyakan pasien kanker payudara tidak merasa mampu berbagi perasaan dan emosi seperti dulu. 

Sementara itu, pasangan Anda mungkin merasa setelah pengobatan berakhir semuanya akan kembali seperti semula. Pada kenyataannya memang tidak demikian.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang bisa Anda dan pasangan lakukan demi menyelamatkan hubungan ini saat fase penyembuhan kanker payudara sebagai berikut.

  • Mengomunikasikan secara terbuka alias bicara dari hati ke hati tentang masalah yang dialami.
  • Mencoba teknik relaksasi berdua, seperti saling memijat agar cemas mereda.
  • Memfokuskan lebih pada hal-hal intim selain seks, seperti ciuman dan sentuhan.
  • Mencoba pelumas jika vagina terasa terlalu kering.
  • Berbicara dengan konselor atau terapis seks untuk mendampingi masalah ini.

Bagi pasien kanker payudara yang tidak sedang terlibat dalam sebuah hubungan pun tidak perlu khawatir. Anda bisa mendapatkan dukungan dari sahabat dan keluarga untuk menurunkan tingkat stres yang dialami saat melewati fase penyembuhan. 

Intinya, memperoleh dukungan dari orang terdekat penting, terutama ketika seseorang sedang stres. Saat Anda mengalaminya, keinginan untuk mengisolasi dari dunia luar cukup tinggi, sehingga dukungan cukup bermanfaat agar kesehatan mental tetap terjaga.

Baca Juga:

Share