Today: 1 October, 2020

Bayi Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian terbaru di Swedia menemukan bahwa bayi enam bulan sudah bisa mengerti saat orang dewasa meniru gerak-geriknya. Selain itu, bayi juga menunjukkan rasa suka ketika ekspresi wajah dan gerak badannya ditiru orang lain.

Meniru adalah perilaku umum dalam perkembangan bayi. Berbagai studi terdahulu banyak membahas manfaatnya pada bayi karena biasanya merekalah yang menunjukkan perilaku ini, bukan sebaliknya. Temuan baru ini kian membuktikan bahwa kemampuan sosial anak terbentuk lebih awal dari yang dikira.

Mengapa bayi suka saat ditiru?

penyakit pompe adalah pompe disease

Sejumlah peneliti dari Lund University, Swedia, mempelajari perkembangan emosi bayi berusia enam bulan dengan mengajak mereka bermain. Para peneliti bermain bersama bayi dengan empat cara berbeda.

Keempat cara tersebut yakni meniru persis setiap gerak-gerik bayi, meniru gerak bayi dengan bagian tubuh sebaliknya, meniru hanya gerak tubuh tanpa ekspresi wajah, dan melakukan gerakan yang sama sekali berbeda dari bayi.

Selama pengamatan, para bayi duduk di pangkuan ibunya dan dekat dengan sebuah meja. Sementara itu, para peneliti berfokus pada ekspresi wajah dan setiap gerak-gerik yang ditunjukkan oleh bayi.

Para peneliti menemukan bahwa bayi yang gerak badannya ditiru persis lebih banyak menatap dan tersenyum. Bayi dalam kelompok ini menunjukkan ekspresi suka ketika ditiru dan lebih sering berusaha mendekat pada peneliti selama sesi bermain.

Selain ekspresi wajah, para peneliti juga mengamati perilaku bayi sepanjang penelitian. Saat bayi memukul meja dan diikuti peneliti di depannya, bayi tersebut cenderung melakukannya lagi sambil hati-hati mengamati ekspresi wajah si peneliti.

makanan bayi

Bahkan ketika para peneliti tidak menunjukkan emosi apa pun dari wajahnya, bayi-bayi tersebut tampaknya tetap mengerti bahwa mereka sedang ditiru. Mereka juga tetap merespons dengan kembali memukul-mukul meja.

Gabriela-Alina Sauciuc selaku pimpinan penelitian menduga perilaku meniru mungkin adalah cara efektif untuk menarik perhatian bayi dan balita. Bahkan, para ibu dalam penelitian ini juga terkesan melihat anaknya mau bermain dengan orang asing.

Ketika seseorang tahu dirinya sedang ditiru, ini biasanya menjadi tanda. Orang yang ditiru sadar bahwa gerak-geriknya mirip dengan orang yang menirunya. Dengan kata lain, terjadilah interaksi sosial.

Bayi yang gerak badannya ditiru dalam penelitian ini menunjukkan perhatiannya lewat ekspresi suka, tatapan mata, dan senyuman. Ini adalah bahasa bayi untuk memberi tahu orang dewasa di hadapannya bahwa mereka mengerti dan ingin berinteraksi.

Memanfaatkannya dalam perkembangan anak

distrofi otot muscular dystrophy adalah

Perilaku meniru, baik dari anak ke orangtua ataupun sebaliknya, memiliki peran penting dalam perkembangan sosial anak. Perilaku ini bahkan sudah dimulai sejak beberapa bulan pertama kehidupan, jauh sebelum anak bisa berbicara dengan lancar.

Apa yang dilakukan orangtua maupun pengasuh berpengaruh besar terhadap pikiran anak yang sedang berkembang. Guna mengoptimalkan kemampuan sosialnya, Anda dapat berperan aktif dengan cara berikut:

1. Bayi

Patut diingat bahwa pada masa-masa ini, perilaku anak adalah cerminan orangtuanya. Setiap perlakuan seperti bermain dan “mengobrol” akan tersimpan kuat dalam otak mereka.

Berikut beberapa tips untuk mengajaknya belajar:

  • Saat “mengobrol” dengan bayi, lakukan tiap gerakan dengan perlahan. Ini akan membuat mereka lebih mudah meniru Anda.
  • Buat suara-suara agar si kecil meniru Anda. Coba juga meniru suara yang keluar dari mulutnya.
  • Bernyanyi dengan bayi atau menggunakan piano kecil.
  • Memukul pelan meja atau bertepuk tangan.
  • Letakkan tangan Anda di atas kepala dan katakan, “Besaaar sekali.” Bayi suka melihat ini sehingga kemungkinan besar Anda akan ditiru.

2. Balita

Balita suka meniru orang-orang di sekitarnya dan menunjukkan bahwa mereka bisa banyak hal. Ajak atau mintalah si kecil melakukan sesuatu yang membuat mereka merasa membantu.

Berikut contohnya:

  • Contohkan cara memegang sendok, meletakkan sepatu, atau tugas sederhana lainnya. Kemudian, biarkan ia mencobanya.
  • Ajak anak ketika Anda membereskan meja, melipat pakaian, dan membereskan mainan.
  • Coba aktivitas fisik seperti melompat, berlari-lari kecil, dan merangkak.

Sejak dahulu, banyak ahli percaya bahwa bayi dapat belajar berinteraksi dan mengenal norma lewat perilaku meniru. Ekspresi suka bayi ketika ditiru adalah salah satu bukti bahwa perilaku ini memang berperan penting bagi kemampuan sosial mereka.

Perannya pun sudah terasa sejak enam bulan awal kehidupan dan akan menentukan perilakunya selama bertahun-tahun mendatang. Anda dapat memanfaatkan momen emas ini dengan selalu dekat dengan si kecil dan menjadi contoh yang baik.

Baca Juga:

Share