Today:29 September, 2020

Cara Melahirkan Normal: Tahapan, Manfaat, dan Tips

Bagi ibu hamil yang ingin menjalani persalinan normal, mengetahui hal-hal seputar cara melahirkan normal adalah sesuatu yang baik. Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan untuk melakukan lahiran normal? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

cara-melahirkan-normal-doktersehat

Apa Itu Melahirkan Normal?

Pada dasarnya, istilah melahirkan normal adalah proses persalinan yang dilakukan melalui vagina. Meski sama-sama dibutuhkan intervensi medis, cara melahirkan bayi melalui vagina ini jauh lebih sederhana dibanding cara persalinan lainnya.

Meskipun tidak ada cara melahirkan normal yang pasti, beberapa tindakan tertentu dapat meningkatkan peluang Anda untuk melahirkan sehat dan alami.

Persiapan Melahirkan Normal

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum Anda memilih cara melahirkan normal, di antaranya:

  • Membuat rencana kelahiran. Konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan tentang waktu yang tepat untuk persalinan. Meski begitu, rencana waktu kelahiran jarang sama persis seperti perkiraan.
  • Mengemas pakaian. Karena waktu kelahiran jarang terjadi persis sesuai perkiraan dan bisa terjadi kapan pun, Anda harus mempersiapkan pakaian ganti ketika menginap di rumah sakit.
  • Membaca informasi mengenai berbagai posisi melahirkan normal.
  • Membaca teknik menyusui, karena kemungkinan besar Anda dapat langsung menyusui setelah melahirkan.
  • Mengetahui tanda-tanda melahirkan sehingga Anda akan tahu kapan bayi akan keluar.

Tahapan Melahirkan Normal

Perlu diketahui bahwa proses persalinan normal yang dialami oleh ibu hamil berbeda-beda. Namun pada dasarnya terdapat tiga tahapan yang akan dilalui, yaitu:

Tahap Pertama: Fase Awal dan Fase Aktif

Tahap pertama adalah yang terpanjang dari tiga tahapan melahirkan normal. Tahapan ini sendiri juga dibagi menjadi dua yaitu fase awal dan fase aktif.

Fase Awal

Selama fase ini, serviks akan membesar hingga muncul kontraksi ringan yang tidak teratur. Fase ini tidak bisa diprediksi berlangsung berapa lama, bisa dalam hitungan jam atau sampai berganti hari.

Bagi banyak wanita mengungkapkan bahwa fase ini menimbulkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, cobalah untuk tetap santai. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan yaitu dengan:

  • Jalan-jalan
  • Mandi
  • Mendengarkan musik yang menenangkan
  • Cobalah teknik pernapasan atau relaksasi yang diajarkan di kelas persalinan
  • Mengubah posisi tidur

Fase Aktif

Setelah melewati fase awal, fase berikutnya yang akan dihadapi adalah fase aktif. Selama fase ini kontraksi akan lebih kuat dan teratur. Selain itu, kaki akan terasa kram dan peningkatan rasa mual. Kondisi ini juga membuat serviks akan melebar sekitar satu sentimeter per jam

Cobalah teknik pernapasan dan relaksasi untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang semakin menguat. Gunakan apa yang Anda pelajari di kelas persalinan atau minta saran tenaga medis.

Bagian terakhir dari fase aktif adalah fase transisi, di mana kontraksi menjadi sangat intens dan menyakitkan. Tekanan pada punggung bawah dan bagian dubur akan semakin meningkat. Fase ini transisi biasanya berlangsung 15 hingga 60 menit.

Tahap Kedua: Kelahiran Bayi

Ini adalah tahap di mana Anda mendorong janin keluar dari tubuh. Waktu yang dibutuhkan setiap wanita untuk melewati fase ini berbeda-beda, ada yang dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Ikuti instruksi yang diberikan oleh tenaga medis saat memasuki fase ini. Biasanya, Anda disarankan mengejan untuk membantu mendorong bayi. Meski begitu, rasa ingin mengejan biasanya akan muncul dengan sendirinya.

Namun jika posisi bayi masih jauh dari bawah panggul, seorang wanita tidak akan merasakan keinginan untuk mengejan. Agar tetap termotivasi, Anda mungkin diminta untuk merasakan kepala bayi di antara kaki atau melihatnya di cermin.

Dengan dorongan yang tepat, kepala bayi akan keluar hingga seluruhnya. Setelah keluar, bagian tubuh bayi lainnya segera menyusul. Setelah itu, dokter akan memotong tali pusat dan membersihkan jalur pernapasannya.

Tahap Ketiga: Mengeluarkan Plasenta

Setelah bayi lahir, Anda mungkin akan merasakan kelegaan luar biasa. Anda bisa menggendongnya di lengan atau menaruhnya di dada. Meski bayi sudah keluar dari tubuh, Anda masih harus mengeluarkan plasenta dari rahim.

Plasenta biasanya akan keluar dalam 5 hingga 30 menit, tetapi proses keseluruhannya dapat berlangsung 1 jam. Setelah plasenta keluar, dokter akan menjahit luka robekan jalan lahir. Sebelum proses menjahit dilakukan, Anda akan diberi suntikan obat bius lokal untuk mengurangi nyeri.

Setiap fragmen yang tersisa harus dikeluarkan dari rahim untuk mencegah perdarahan dan infeksi.

Tanda Melahirkan Normal

Perubahan pada tubuh dapat terjadi beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir. Namun, tanda dan gejala dapat bervariasi dari satu wanita ke wanita lain.

Berikut tanda dan gejala satu hingga empat minggu sebelum persalinan,  antara lain:

  • Menurunnya koordinasi dalam gerakan karena janin turun ke daerah panggul
  • Sendi-sendi yang kendur. Hal itu disebabkan ketika hormon relaxin mengendurkan ligamen dan sendi di daerah panggul
  • Keinginan untuk buang air kecil lebih sering karena kepala bayi menekan kandung kemih
  • Kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu yang berkembang
  • Kram dan rasa sakit di punggung bagian bawah saat sendi dan otot meregang
  • Pelebaran serviks bisa diketahui oleh dokter selama pemeriksaan kehamilan
  • Perubahan bentuk kotoran. Hal itu disebabkan karena otot-otot dubur mulai rileks untuk persiapan melahirkan

Berikut ini adalah tanda yang bisa muncul beberapa hari atau beberapa jam sebelum persalinan, antara lain:

  • Keputihan meningkat dan menjadi lebih tebal
  • Kontraksi lebih sering dan lebih kuat yang berkembang seiring waktu
  • Kram dan rasa sakit di punggung bagian bawah yang menjalar ke perut dan kaki
  • Keluarnya air ketuban

Manfaat Melahirkan Normal

Cara melahirkan normal membuat wanita lebih berdaya selama proses persalinan. Berikut adalah berbagai manfaat yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Memperkuat ikatan antara bayi dan ibu
  • Lebih mudah untuk menyusui
  • Dibanding prosedur Caesar, melahirkan normal membuat tubuh ibu lebih cepat pulih
  • Waktu rawat inap yang lebih singkat dibanding operasi Caesar
  • Menurunkan kemungkinan masalah paru-paru pada anak
  • Meningkatkan sistem kekebalan bayi

Risiko Lahiran Normal

Seperti halnya keputusan yang berhubungan dengan kondisi tubuh, cara melahirkan bayi normal memiliki sejumlah risiko. Berikut ini beberapa risiko yang harus dipertimbangkan, di antaranya:

  • Beberapa wanita mengatakan rasa sakitnya jauh lebih kuat dari yang diperkirakan
  • Jika detak jantung janin menurun, Anda mungkin memerlukan anestesi umum karena kemungkinan kondisi ini bisa mengharuskan Anda untuk menjalani operasi Caesar
  • Anda mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi. Kondisi ini bisa terjadi jika jarak tempat tinggal dan rumah sakit sangat jauh
  • Risiko komplikasi yang bisa terjadi antara lain tali pusat menumbung (prolaps), bayi terlilit tali pusat, dan persalinan memanjang (tidak maju)

Pemulihan Setelah Melahirkan Normal

Enam minggu pertama pasca kelahiran dianggap sebagai periode pemulihan atau dikenal dengan sebutan trimester keempat. Pada masa ini Anda mungkin akan mengalami pendarahan vagina, kram, kelelahan, ketidaknyamanan perineum, sulit buang air kecil, sulit buang air besar, dan rasa sakit yang berlebihan.

Selain masalah fisik, minggu-minggu pertama setelah kelahiran Anda mungkin mengalami baby blues, kewalahan, atau frustasi. Cobalah untuk bertahan, seiring waktu gejalanya akan surut. Setelah itu, ikatan emosional antara bayi dan orang tua akan tercipta.

Namun, jika Anda mengalami gejala depresi pasca persalinan seperti perasaan putus asa, masalah tidur, kehilangan nafsu makan, lekas marah, penarikan sosial, khawatir berlebihan, dan kebencian pada bayi Anda, segera bicarakan dengan dokter.

Kondisi yang Tidak Dianjurkan untuk Melahirkan Normal

Setelah Anda mengetahui manfaat dan risiko dari lahiran normal, perlu diketahui juga bahwa cara melahirkan normal tidak dianjurkan jika:

  • Usia lebih dari 35 tahun
  • Mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba saat hamil
  • Pernah menjalani operasi operasi Caesar
  • Memiliki riwayat kondisi medis seperti diabetes, preeklampsia, atau masalah pembekuan darah
  • Mengandung lebih dari satu janin
  • Memiliki komplikasi tertentu selama kehamilan, seperti hambatan pertumbuhan janin atau masalah dengan plasenta

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Kemungkinan Melahirkan Normal

Terdapat beberapa faktor yang menentukan kemampuan ibu hamil untuk menjalani persalinan normal. Meski begitu, beberapa faktor ini tidak menjamin hasil yang akurat. Cara melahirkan normal meningkat jika:

  • Anda menjalani persalinan normal pada kehamilan sebelumnya
  • Anda tidak memiliki masalah kesehatan mendasar (seperti asma) yang dapat memperburuk selama kehamilan dan persalinan
  • Anda memiliki berat badan ideal, karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan peluang memiliki bayi besar dan menurunkan kemungkinan melahirkan normal
  • Kehamilan Anda berjalan lancar tanpa komplikasi
  • Anda aktif secara fisik selama kehamilan. Semakin bugar secara fisik, semakin tinggi kemungkinan kelahiran normal
  • Kondisi fisiologis seperti tekanan darah, gula darah, dan hemoglobin yang terkendali

Tips Cara Melahirkan Normal dengan Nyaman dan Lancar

Terdapat banyak cara melahirkan bayi normal dengan nyaman yang bisa Anda lakukan. Namun, sebagian besar cara ini dilakukan sebelum kontraksi terjadi. Berikut adalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian, di antaranya:

1. Kenali Alasan Kenapa Memilih Lahiran Normal

Setiap orang punya alasan masing-masing kenapa memilih salah satu cara melahirkan bayi. Namun beberapa wanita mengakui bahwa pilihannya untuk menjalani persalinan normal karena ingin merasakan sensasi melahirkan.

Apapun alasannya, jika Anda sudah memilih cara melahirkan normal hal itu harus didasarkan atas keinginan sendiri. Hal ini menjadi penting karena pilihan yang didasarkan atas keyakinan dari dalam diri dapat membantu mengatasi masalah yang bisa terjadi selama proses persalinan.

2. Memilih Tempat Melahirkan

Setelah Anda yakin untuk memilih cara melahirkan normal, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah memilih tempat di mana Anda akan melahirkan. Sebagian besar wanita dapat melahirkan normal, sementara yang lainnya memiliki komplikasi kesehatan yang menempatkannya  dalam kategori berisiko tinggi.

Kondisi ini membutuhkan intervensi tertentu (seperti operasi Caesar) untuk membuat kelahiran lebih aman bagi ibu atau bayi. Oleh karena itu, pilihlah tempat melahirkan yang mampu mengatasi kondisi-kondisi gawat darurat.

3. Konsumsi Makanan yang Kaya akan Bromelain

Bromelain adalah enzim yang dapat menstimulasi persalinan dan melunakkan serviks. Buah-buahan seperti mangga dan nanas kaya akan bromelain.

Konsumsilah makanan kaya bromelain mentah untuk hasil terbaik. Akan tetapi jangan mengonsumsi buah-buahan ini secara berlebihan karena Anda bisa mengalami persalinan prematur.

4. Pertimbangkan untuk Menggunakan Doula

Doula adalah seseorang yang terlatih untuk mendukung sebelum, selama, dan setelah persalinan. Beberapa ibu mengungkapkan bahwa doula dapat membantunya mengatasi berbagai masalah yang dihadapi orang tua baru.

Perlu diketahui, meski doula memiliki pengetahuan tentang proses kelahiran, ia tidak memberi dukungan pada calon ibu dari segi medis, karena ini merupakan tugas bidan atau dokter.

5. Jangan Menambah Berat Badan Terlalu Banyak

Cara melahirkan normal bisa berlangsung lancar jika Anda menjaga berat badan tetap ideal. Persalinan cenderung berjalan lebih lancar untuk wanita yang tidak kelebihan berat badan. Berat badan ideal juga menurunkan risiko komplikasi dan intervensi medis lebih sedikit.

6. Intervensi Kehamilan

Meski terdapat beberapa tes yang penting dijalani oleh ibu hamil, namun banyak juga tes yang sifatnya opsional.

Setiap kali tes atau prosedur direkomendasikan oleh tenaga medis, tanyakan mengapa Anda membutuhkannya, apakah itu akan meningkatkan kesehatan atau apakah Anda akan baik-baik saja tanpanya.

Akan tetapi, jika dokter atau bidan memberikan alasan kuat mengapa perlu intervensi tertentu, Anda harus mengikutinya.

7. Mempersiapkan Kondisi Fisik dan Mental

Meski lahiran normal adalah sesuatu yang alami terjadi, peristiwa ini harus dipersiapkan dengan matang. Kematangan itu harus terlihat dari kondisi mental dan fisik ibu hamil. Meski sebagian besar wanita lebih memilih untuk melahirkan normal, tidak semuanya yakin mengenai apakah dirinya bisa melakukan hal ini.

Oleh karena itu, persiapan mental untuk melahirkan bayi normal harus dipersiapkan dengan matang. Ibu hamil yang ragu untuk melakukannya biasanya tidak akan berhasil melakukan cara melahirkan normal.

8. Mengelola Stres

Muncul stres saat hamil adalah sesuatu yang wajar. Namun jika Anda ingin melakukan persalinan normal, stres atau kecemasan dapat mengubah proses persalinan menjadi mimpi buruk. Cobalah segala bentuk meditasi yang membantu Anda merasa nyaman.

Baca buku, dengarkan musik, dan libatkan dalam teknik visualisasi. Jauhi orang dan situasi yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau memicu perasaan negatif.

9. Terus Berpikir Positif

Jika Anda memang bertekad untuk  melahirkan normal, jangan terlalu sering mendengar cerita tentang operasi Caesar atau kondisi janin dengan berat berlebih. Biasakan untuk mendengar cerita proses persalinan normal dan kisah-kisah sukses bagaimana seorang ibu melewati persalinan dengan nyaman.

10. Asupan Nutrisi yang Tepat

Nutrisi adalah salah satu cara terbaik bagi seorang wanita untuk mempersiapkan diri untuk kelahiran yang lancar dan sehat. Mengonsumsi banyak protein, sayuran berdaun hijau, dan mengurangi gula, dapat membantu mengurangi risiko kondisi terkait kehamilan dan memaksimalkan kesehatan.

11. Jaga Tubuh Tetap Bugar

Tetap aktif selama kehamilan dapat mencegah peningkatan berat badan, meningkatkan stamina, dan meningkatkan mood. Beberapa aktivitas yang aman untuk dilakukan adalah berjalan, berenang, atau yoga.

Yoga prenatal sangat bagus untuk meminimalkan ketegangan di panggul dan punggung bawah. Selain itu, yoga juga dapat membantu Anda untuk berlatih menggunakan pikiran dan napas agar tetap nyaman selama persalinan.

12. Mengikuti Kelas Prenatal

Selain informasi dari dokter kandungan atau bidan, informasi mengenai kehamilan dan persalinan bisa didapatkan di kelas prenatal. Mengikuti kelas prenatal memberi Anda kesempatan untuk bertemu ibu hamil lainnya sehingga Anda bisa saling bercerita mengenai kondisi yang dialami.

13. Merancang Rencana Kelahiran

Meski rencana kelahiran sebagian besar tidak berjalan sesuai rencana, menuliskan rencana kelahiran dapat menghasilan diskusi yang penting antara Anda dan pasangan. Rencana kelahiran dapat mendorong munculnya ide yang mungkin berguna dalam proses persalinan

Akan tetapi penting untuk diingat bahwa bisa ada kejadian di mana intervensi medis lainnya mungkin diperlukan untuk keselamatan ibu atau janin.

14. Membangun Sistem Pendukung yang Kuat

Ajak pasangan, orang tua, dan teman dekat sehingga mereka ada untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa takut tentang persalinan normal. Memiliki sistem pendukung yang kuat juga dapat membantu menghilangkan stres.

15. Pijat Area Perineum Secara Teratur

Anda dapat mulai melakukan pijatan perineum setelah memasuki bulan ketujuh. Pijatan ini dapat membantu menangani persalinan dan mengelola stres. Cara melakukannya, oleskan jempol dengan minyak yang lembut untuk kulit, kemudian posisikan jempol sekitar 2-3 cm di dalam vagina. Kemudian, Anda bisa menekan bagian dalam vagina dengan lembut ke arah dubur dan bagian samping vagina

Selain itu, pijatan lembut yang membentuk huruf U pada area vagina bagian bawah juga bisa dilakukan. Lakukan gerakan ini selama 2 menit, jika muncul perasaan tidak nyaman segera hentikan.

16. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Tubuh saat hamil membutuhkan asupan air ekstra untuk membuatnya tetap terhidrasi.  Asupan air menjadi penting karena tubuh mendapatkan banyak energi darinya. Selain air mineral, Anda juga dapat mengonsumsi jus untuk menjaga asupan cairan tubuh. Ini adalah salah satu tips terbaik untuk melahirkan normal.

 

  1. Anonim. Labor and delivery, postpartum care. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  2. Anonim. 2018. Natural Birth: Is It for You?. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/natural-birth/. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  3. Malachi, Rebecca. 2020. Normal Delivery: Symptoms, Process, Tips, And Exercises. https://www.momjunction.com/articles/tips-for-having-a-normal-delivery_00384250/#gref. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  4. van de Geyn, Lisa. 2017. 6 ways to make your labour and delivery easier (yes, it’s possible). https://www.todaysparent.com/pregnancy/giving-birth/6-ways-to-make-your-labour-and-delivery-easier-yes-its-possible/. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  5. de Bellefonds, Colleen. 2019. Giving Birth by Vaginal Delivery. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/vaginal-birth/. (Diakses pada 9 Juni 2020).
  6. Thorkelson, Berit. Carrie Murphy. Jeanne Faulkne. 12 Tips for Creating a Successful Natural Birth Plan. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/vaginal/dos-and-donts-of-natural-childbirth/. (Diakses pada 9 Juni 2020).

Rumren Official | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi

Share