Today:25 September, 2020

Panduan Mengemudi Aman untuk Lansia

Ketika seseorang sudah semakin tua, kemampuan tubuh pun turut berkurang. Salah satunya adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti mengemudi. Padahal, ada beberapa orang-orang golongan lanjut usia yang masih menjalani profesi di bidang ini. Lantas, bagaimana caranya agar aktivitas mengemudi tetap aman untuk lansia?

Amankah lansia mengemudi?

lansia mengemudi
Sumber: Property Casualty 360

Berdasarkan Undang Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, golongan lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Pada usia tersebut, banyak kekhawatiran muncul saat ingin melakukan aktivitas tertentu, salah satunya adalah mengemudi atau menyetir.

Sebenarnya, menentukan seberapa aman kegiatan mengemudi bagi lansia sangat bergantung pada keadaan tubuh masing-masing. Kegiatan ini mungkin aman dilakukan bila keadaan tubuh masih cukup prima.

Meski demikian, perlu diingat juga bahwa ketika memasuki usia lanjut, kemampuan tubuh dalam bereaksi tentu sudah tak sebaik seperti saat muda. Kemampuan ini mencakup kecepatan tubuh dalam menerima informasi visual untuk menghasilkan reaksi motorik.

Salah satu contohnya adalah akan kurang sigap untuk menginjak rem atau membelokkan setir saat melihat sesuatu yang menghalangi jalan. Kemampuan penglihatan yang melemah juga memperburuk. Hal inilah yang membuat lansia memiliki risiko kecelakaan lebih besar.

Untungnya, risiko ini bisa dikurangi jika para lansia menjalani aturan dasar untuk keselamatan seperti menggunakan sabuk pengaman dan tidak berkendara dalam kecepatan tinggi.

Tips aman mengemudi untuk para lansia

Bila Anda seorang lansia dan berada pada kondisi masih harus sering-sering mengemudi, berikut adalah hal lainnya yang bisa Anda terapkan agar kegiatan ini tidak menimbulkan risiko keselamatan.

1. Jaga tubuh agar tetap aktif

Mengemudi membutuhkan tingkat ketahanan tubuh yang kuat. Pasalnya, Anda akan duduk selama beberapa jam sambil tetap melihat jalanan yang ada di depan. Anda juga akan melakukan gerakan seperti melihat ke belakang bahu saat memutar setir atau memarkirkan kendaraan.

Agar tetap aman saat mengemudi, cobalah untuk rutin melakukan aktivitas fisik dengan terus menjaga tubuh terus bergerak seperti dengan berjalan kaki. Anda juga bisa menambahkan latihan peregangan dan latihan kekuatan ringan.

2. Cek kesehatan secara berkala

vaksin untuk lansia

Beberapa indera seperti pendengaran dan penglihatan berperan penting untuk tingkat konsentasi Anda saat menyetir. Jika pendengaran terganggu, hal ini membahayakan seperti saat ada suara kendaraan lain yang mendekat. Masalah penglihatan juga akan mengganggu Anda saat memperhatikan jalan.

Solusinya, buatlah jadwal bertemu secara berkala dengan dokter untuk memeriksa kesehatan lansia terutama penglihatan dan pendengaran Anda. Pemeriksaan rutin akan membantu Anda mengetahui bila ada masalah yang sekiranya dapat berpengaruh terhadap kemampuan mengemudi.

Jika Anda menggunakan kacamata, periksalah mata secara rutin dan pastikan lensa kacamata tepat agar bisa membuat Anda melihat lebih jelas. Terkadang, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mengemudi hanya pada siang hari.

Bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau gula darah rendah, konsultasikan kembali pada dokter untuk mengetahui waktu tertentu yang harus Anda hindari untuk melakukan aktivitas ini.

Beberapa obat yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi performa saat menyetir, oleh karena itu baca label obat dengan seksama untuk mengetahui efeknya.

3. Mengemudi cuaca sedang baik

Terutama saat turun hujan, jalanan yang akan dilalui pasti akan menjadi lebih licin. Jika Anda tak yakin untuk mengemudi, lebih baik urungkan niat dan tunggu hingga hujan berhenti.

Selain itu, ada baiknya Anda menyetir saat matahari tidak sedang terik-teriknya karena dikhawatirkan dapat menyilaukan pandangan.

4. Tidak berkutat dengan ponsel

Sumber: ABC News

Baik lansia atau muda, adanya distraksi seperti berkutat dengan ponsel tetap memberikan risiko yang berbahaya saat mengemudi.

Hindari membuka ponsel walau ada panggilan atau pesan yang masuk. Jika Anda membutuhkan fasilitas penunjuk jalan seperti GPS, persiapkan dari sebelum berangkat dengan langsung memasukkan tempat tujuan Anda.

5. Ketahui keterbatasan fisik Anda

Sadari bahwa kekuatan fisik Anda sudah tak sebaik dahulu, beberapa gerakan seperti memegang setir terlalu lama bisa saja membuat tangan merasa tak nyaman. Siasati hal ini dengan menggunakan kain penutup setir yang tebal agar tangan tak merasa nyeri saat harus memutar setir.

Pilih juga mobil yang cocok untuk Anda. Pilihlah mobil dengan pintu yang lebih rendah dengan tempat duduk yang tidak terlalu tinggi agar memudahkan Anda untuk masuk ke dalam. Anda juga bisa memilih mobil dengan kabin pengaturan AC, tuas, dan saluran radio dengan tampilan yang lebih jelas terbaca agar lebih mudah saat menggunakannya.

Tanda lansia harus mulai berhenti mengemudi

Menilik penjelasan di atas, yang menjadi faktor utama dalam keamanan saat mengemudi adalah kemampuan seseorang saat melakukannya. Jika Anda masih bisa mengemudi dengan jarak yang cukup jauh tanpa mengalami masalah, kegiatan ini tetap aman dilakukan. Namun, berhati-hatilah dengan tanda-tanda berikut ini.

  • Respons yang terlambat pada situasi darurat.
  • Hilangnya kepercayaan diri saat mengemudi.
  • Mengalami kesulitan saat menjaga kendaraan agar tetap berjalan lurus.
  • Berpindah kecepatan dengan drastis, dari rendah ke tinggi atau sebaliknya.
  • Mudah terdistraksi.
  • Beberapa kali menabrak benda di sekitar.

Jika mulai mengalaminya, lebih baik serahkan aktivitas mengemudi atau menyetir kepada orang-orang terdekat demi keselamatan Anda.

Baca Juga:

Share