Today:16 July, 2020

Luncurkan Gim Detasemen 9, Dosen Manado Hadirkan Gebrakan

MANADO – Big Dade, sebuah pengembang game asal Manado, mengumumkan peluncuran game barunya yang berjudul Detasemen 9. Melalui game ini, Big Dade memperkenalkan genre baru di dunia esports yang disebut sebagai Mobile Cover Shooter (MCS). Game ini memasuki masa uji coba beta tertutup (closed beta testing – CBT) pada hari Rabu, 20 Mei 2020 dan direncanakan rilis pada 17 Agustus 2020 di sistem operasi Android.

Dalam Detasemen 9, pemain bisa merasakan sensasi pertempuran sesungguhnya dengan mencari perlindungan dan menembak dari baliknya. Pada game bergenre ini, pergerakan, pengalihan perhatian, strategi, dan kerja sama tim menjadi elemen yang juga tidak kalah penting dari kemampuan menembak. Pemain juga didorong untuk menggunakan peluru sesedikit mungkin karena jumlahnya yang terbatas dan tidak bertambah sepanjang permainan.

Game ini juga membawa pemain untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia melalui visual lokasi, barang in-game, dan aransemen musik. Produk-produk buatan Indonesia, termasuk senjata, pakaian, dan peralatan lainnya, diperkenalkan, beserta konsep-konsep kebangsaan dan perdamaian yang menjadi latar belakang game ini.

Melalui Detasemen 9, Big Dade berharap bisa berkontribusi positif membangun industri esports Indonesia. “Kami bekerja sama dengan beberapa tim esports untuk menyediakan digital merchandise dalam game ini, seperti jersey yang dapat digunakan oleh fans di dalam permainan,” ungkap Andria Wahyudi, CEO Big Dade. Ia berharap, penjualan digital item bisa menjadi model bisnis tambahan bagi tim esports Indonesia yang saat ini sedang berkembang.

Andria juga berharap agar game ini dapat menjadi tonggak sejarah baru industri game di Indonesia. “Saat ini diperkirakan ada sekitar 40-60 juta pemain game esports di Indonesia, tapi sayangnya gim yang populer saat ini bukan merupakan game buatan lokal. Detasemen 9 mencoba mengambil pasar ini dan memenangkan persaingan di dalam negeri,” ungkap Andi.

Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Muhammad Neil El Himam, menyatakan “Selain menambah daftar game buatan Indonesia yang berkualitas dan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, hadirnya Detasemen 9 juga berpotensi membuka jalan bagi game Indonesia untuk dipertandingkan di arena esports tingkat nasional seperti Piala Presiden esports dan Baparekraf Game Prime maupun turnamen di tingkat internasional.”

Detasemen 9 dikembangkan oleh 8 orang tim pengembang game di kota Manado. Tim ini terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, mahasiswa, polisi, dan anggota TNI yang memiliki tujuan memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia ke mata dunia.

Sebelumnya tim ini sukses membuat game populer berjudul Manguni Squad yang telah diunduh oleh lebih dari 48.000 pemain dari 92 negara. Andria Wahyudi sendiri saat ini berstatus sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat, Manado.

 

Share