Today:31 May, 2020

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Bagi pria yang didiagnosa memiliki kanker prostat, mungkin salah satu hal yang membuatnya khawatir adalah ancaman gangguan kesuburan atau infertilitas. Benarkah pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat? Bagaimana dengan efek dari pengobatan jenis lain kanker prostat terhadap kesuburan?

Pengobatan kanker prostat yang diperlukan

Kanker prostat adalah jenis kanker yang terjadi di bagian kelenjar prostat pada pria. Adapun prostat merupakan kelenjar kecil yang berada di antara penis dan kandung kemih. Fungsinya untuk menghasilkan cairan mani yang akan mengangkut sperma pada saat ejakulasi.

Sebelum memahami lebih lanjut mengenai kemungkinan pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat, ada baiknya Anda mengetahui lebih lanjut tindakan yang diperlukan untuk kondisi tersebut.

Bila sudah didiagnosa mengalami kanker prostat, diskusikanlah dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat. Pengobatan yang akan diberikan tentu tergantung pada seberapa cepat sel kanker bertumbuh, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana kesehatan fisik setiap orang secara keseluruhan. Efek samping terhadap pengobatan itu pun perlu diperhatikan.

Ada beberapa jenis pengobatan pada pasien kanker prostat, seperti pengobatan terapi radiasi dan terapi hormon. Meski demikian, jika sudah dalam tahap tertentu, kemungkinan dokter akan menyarankan operasi pengangkatan seluruh kelenjar prostat (radikal prostatektomi).

Pembedahan pada pasien kanker prostat dilakukan bila sel kanker tidak menyebar ke luar kelenjar prostat. Dalam operasi ini, ahli bedah akan mengangkat seluruh kelenjar prostat, ditambah beberapa jaringan di sekitarnya, termasuk vesikula seminalis.

Radikal prostatektomi dapat dilakukan dengan beberapa pilihan teknik, yaitu radikal prostatektomi terbuka, radikal prostatektomi laparoskopi, atau radikal prostatektomi yang dibantu robot.  Diskusikan dengan dokter bedah mengenai teknik yang tepat untuk operasi kanker prostat yang akan dilakukan.

Apakah benar pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat?

Seorang pria yang melakukan operasi pengangkatan kelenjar prostat berarti tidak bisa lagi memproduksi air mani saat ejakulasi. Dengan demikian, kemungkinan pria tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat. Artinya, ia tidak bisa memiliki anak melalui hubungan seksual alami. Sayangnya, infertilitas ini pun bersifat permanen dan tidak bisa dihindari.

Selain masalah ketidaksuburan pria, risiko lain dari operasi kanker prostat antara lain:

  • Perdarahan.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Disfungsi ereksi (impotensi).
  • Cedera pada dubur.
  • Penyempitan uretra atau leher kandung kemih.
  • Pembentukan kista yang mengandung getah bening.

Selain operasi, perawatan untuk kanker prostat lainnya, yaitu terapi radiasi dan terapi hormon pun bisa memberikan efek negatif pada kesuburan pria. Pria yang telah menjalani terapi radiasi atau terapi hormon untuk kanker prostat yang dideritanya bisa menghasilkan air mani yang lebih sedikit atau tidak sama sekali menghasilkan air mani.

Bahkan, kedua terapi ini juga dapat merusak sperma dan mengurangi jumlah sperma. Dengan demikian, bagi yang menjalani terapi ini pun akan kesulitan memiliki anak melalui hubungan seksual alami.

Bagaimana jika pria setelah operasi kanker prostat ingin memiliki anak?

Masalah tidak subur atau infertil setelah operasi kanker prostat memang menjadi menakutkan, terutama ketika seorang pria masih menginginkan punya anak. Bila hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum prostatektomi dilakukan.

Pembekuan sperma disebut juga dengan cryopreservasi dilakukan di bank sperma. Hal ini dinilai paling sukses bagi pria untuk dapat tetap memiliki anak, meski akan melakukan operasi kanker prostat. Sperma yang dikeluarkan sebelum operasi akan dibekukan sampai Anda membutuhkannya. Pembekuannya pun bisa dilakukan bertahun-tahun.

Meski mengalami ketidaksuburan pria, pasien kanker prostat masih mungkin memiliki sperma di testisnya. Dalam metode ini, ahli bedah akan mengambil sperma dari testis tersebut untuk selanjutnya akan dibekukan atau digunakan langsung.

Sperma ini nantinya bisa digunakan untuk membuahi pasangan melalui bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF). Hal ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi kanker prostat dilakukan.

Jika Anda didiagnosis memiliki kanker prostat dan masih ingin punya anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mengenai tindakan yang dapat dilakukan. Meskipun tidak melakukan prosedur operasi kanker prostat, pengobatan jenis lain pun memiliki kemungkinan mengganggu kesuburan Anda.

Baca Juga:

Share
x