Today:19 February, 2020

Google Ungkapkan Rekap Keamanan Google Play dan Android, Seberapa Aman Ekosistem Itu?

Rekap Keamanan Google Play Store dan Android Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Gadgetren – Google senantiasa meningkatkan keamanan dalam setiap layanannya termasuk untuk ekosistem Google Play Store dan Android. Hal ini tergambar sangat jelas dari laporan terbaru mereka sampaikan.

Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari XDA Developers, perusahaan raksasa teknologi itu belum lama ini mengirimkan siaran pers mengenai rekapitulasi dari berbagai macam hal yang telah dilakukannya untuk memerangi aplikasi jahat sepanjang tahun 2019.

Melalui siaran pers tersebut, Google menegaskan bahwa ekosistem yang berkembang di Play Store hanya dapat dicapai dan dipertahankan melalui kepercayaan maupun keamanan sebagai salah satu fondasi kuncinya.

Untuk itulah, perusahaan selama beberapa tahun belakangan ini memprioritaskan kepercayaan dan keamanan Play Store  dengan terus berinvestasi dalam sistem, kebijakan, dan tim deteksi penyalahgunaan aplikasi.

Misalnya pada tahun 2018 lalu, perusahaan teknologi ini mulai menerapkan kebijakan baru yang membatasi aplikasi untuk mengakses data-data sensitif dari log SMS maupun panggilan telepon.

Kebijakan yang diterapkan oleh Google ini pun diklaim memberikan dampak yang sangat signifikan karena jumlah aplikasi yang mengakses data log SMS dan panggilan telepon turun hingga 98 persen.

Sementara sisanya merupakan aplikasi-aplikasi tertentu yang membutuhkan akses data log SMS dan panggilan telepon sebagai bagian dari proses inti seperti aplikasi Dialer, klien SMS, atau layanan asisten.

Selanjutnya pada tahun 2019 kemarin, raksasa teknologi tersebut mempertegas komitmennya untuk menjadikan layanan Google Play sebagai tempat yang aman bagi anak-anak dan keluarga.

Mereka pun meningkatkan proses penerimaan pengembang dan memprakarsai kolaborasi yang lebih mendalam dengan mitra industri di bidang keamanan melalui program App Defense Alliance.

Mereka pada tahun 2019 kemarin juga meningkatkan sistem deteksi berbasis pembelajaran mesin yang bertugas untuk menganalisis kode aplikasi, metadata, dan sinyal keterlibatan pengguna untuk hal-hal yang mencurigakan.

Menurut Google, upaya-upaya pembatasan ini seharusnya bisa membatasi lebih dari 790.000 pengajuan aplikasi yang melanggar kebijakan sebelum mereka dipublikasikan di Play Store.

Bersamaan dengan beberapa upaya ini, Google juga meningkatkan jumlah dan kedalaman ulasan manual sebagai upaya tambahan untuk membuat layanan Google Play semakin aman bagi siapa saja.

Pada bulan Mei 2019, Google pun menerbitkan kebijakan baru untuk meningkatkan perlindungan keluarga dan bekerja sama dengan para pengembang untuk memperbarui atau menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak sesuai.

Google Play Protect yang diluncurkan pada tahun 2017 juga menjadi aspek yang sangat penting dalam prestasi Google dalam melindungi pengguna. Sistem ini diciptakan seperti pelindung malware bawaan untuk perangkat Android.

Sistem ini telah memindai hingga 100 miliar aplikasi dan mencegah lebih dari 1,9 miliar instalasi aplikasi dari sumber selain Google Play Store yang terindikasi membawa malware.

Meskipun capaian ini sudah sangat bagus, tetapi Google berkomitmen untuk terus meningkatkannya. Untuk tahun 2020 sendiri, mereka akan memusatkannya pada tiga area kunci.

Adapun tiga area tersebut meliputi memperkuat kebijakan keamanan aplikasi untuk melindungi privasi pengguna, mendeteksi aplikasi lebih cepat dan memblokir pelaku berulang, serta mendeteksi sekaligus menghapus aplikasi yang memiliki konten dan perilaku berbahaya.

 

This article is copyright ©  Gadgetren

Share
x