Today:17 February, 2020

Konsultasi dengan Teman yang Bekerja Sebagai Psikolog, Bolehkah?

Psikolog dan teman baik Anda sama-sama akan mendengarkan setiap masalah yang Anda alami. Bedanya, seorang psikolog juga membantu Anda menyelesaikan masalah secara profesional melalui terapi psikologis. Lantas, jika Anda memiliki teman yang bekerja sebagai psikolog, bolehkah Anda melakukan konsultasi dengan cara yang sama?

Dampak konsultasi bersama teman sekaligus psikolog

konseling psikologi

Konsultasi dengan psikolog diawali dengan obrolan mendalam tentang masalah yang Anda alami. Obrolan ini biasanya dirancang agar Anda merasa aman dan nyaman. Anda bahkan bisa saja merasa sedang mengobrol bersama teman selama sesi konseling.

Namun, konsultasi bersama psikolog dan obrolan dengan teman adalah dua hal yang tidak dapat disamakan. Sekalipun teman Anda bekerja sebagai psikolog, ada beberapa hal yang membuat Anda tidak bisa menjadikannya sebagai terapis pribadi, yakni:

1. Seorang psikolog harus bersikap profesional

Melansir laman Good Therapy, psikolog adalah tenaga kesehatan jiwa yang terdidik secara profesional. Ia terlatih untuk menilai kondisi Anda berdasarkan kaidah ilmu psikologi. Saat menyimak cerita Anda, psikolog perlu menghubungkannya dengan teori yang telah ia pelajari.

Teman menyimak cerita Anda karena ingin memberi saran atau hanya mendengarkan. Hal ini tidak salah, tapi tanggapan dari seorang teman biasanya dipengaruhi rasa peduli kepada Anda. Respons teman memang menenangkan, tapi belum tentu membuat Anda bisa menyelesaikan masalah.

2. Seorang psikolog harus bersikap objektif

Saat Anda melakukan konsultasi dengan teman yang bekerja sebagai psikolog, ia perlu bersikap objektif. Objektif artinya netral dan tidak memihak. Ia tidak bisa mencampurkan pendapatnya dengan keputusan pribadi Anda. Sayangnya, hal ini amat sulit dilakukan.

Misalnya, Anda berkonsultasi dengan teman untuk mengatasi sikap posesif terhadap pasangan. Di sisi lain, teman Anda paham bahwa Anda melakukannya karena merasa kurang diperhatikan. Bersikap objektif tentu sulit karena teman Anda mungkin ingin memberikan dukungannya.

3. Terapi dengan psikolog bersifat rahasia

Terapi dengan psikolog terasa nyaman karena semua yang Anda ceritakan bersifat rahasia. Dengan cara ini, Anda bisa bercerita dengan lebih terbuka sehingga psikolog dapat menggali masalah yang Anda alami secara menyeluruh.

Saat Anda melakukan konsultasi dengan psikolog sekaligus teman, mungkin akan ada beberapa hal yang sulit diungkapkan. Anda mungkin takut ia merasa tidak nyaman atau tidak setuju dengan pendapat Anda sehingga masalah yang penting malah tidak tersampaikan.

4. Ada batasan-batasan tertentu

Terapi bersama psikolog terbagi menjadi beberapa sesi dan Anda hanya menjalani terapi sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain batasan waktu, ada juga batasan yang membuat psikolog tidak bisa memberikan informasi pribadinya kepada Anda.

Semua ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Anda serta psikolog. Batasan yang ada juga membantu psikolog untuk selalu bersikap profesional. Namun, batasan-batasan ini mungkin menjadi tidak jelas bila Anda melakukan konsultasi dengan teman sekaligus psikolog.

Tentu menyenangkan memiliki teman yang memahami ilmu psikologi. Pasalnya, Anda bisa mendapatkan saran yang terpercaya. Walau demikian, seorang teman tetaplah teman. Ia mungkin memihak pada Anda atau memberikan pendapat pribadinya.

Hal ini wajar bila Anda sedang curhat kepada teman, tapi tidak dalam sesi konseling. Jadi, Anda tetap dapat meminta saran dari teman yang bekerja sebagai psikolog, tapi tetap lakukan konsultasi dengan psikolog dari luar lingkaran pertemanan Anda.

Baca Juga:

Share
x