Today:12 August, 2020

Penyebab, Gejala, Komplikasi, Cara Mengobati, dll

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau disebut juga dengan penyakit asam lambung. Ketahui lebih lanjut apa itu GERD, penyebab, gejala, cara mengobati, dll. 

GERD-doktersehat

Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan pencernaan akibat otot antara kerongkongan dan lambung atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah (LES) melemah sehingga menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. 

Kondisi ini menyebabkan sensasi terbakar di dada, nyeri dada setelah makan, sulit menelan, dan apabila terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi kerongkongan serta menyebabkan peradangan. 

Berdasarkan data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), GERD adalah penyakit umum yang diderita 20 persen orang di Amerika Serikat dan 2 juta kasus di Indonesia per tahun. 

Dalam kebanyakan kasus, gangguan pencernaan yang sering disebut sebagai penyakit asam lambung ini dapat diatasi melalui perubahan pola makan, gaya hidup, dan obat-obatan tertentu. Operasi mungkin dibutuhkan untuk kasus yang lebih serius. 

Gejala GERD

Berikut ini adalah gejala penyakit asam lambung yang paling umum, yaitu: 

  • Rasa tidak nyaman di dada 
  • Sensasi seperti terbakar di dada, biasanya setelah makan
  • Nyeri dada 
  • Kesulitan menelan 
  • Sensasi benjolan di tenggorokan

Apabila Anda mengalami refluks asam lambung atau gejala naiknya asam lambung di malam hari, ciri-cirinya seperti: 

  • Masalah tidur 
  • Radang tenggorokan 
  • Asma 
  • Batuk kronis 

Gejala khas lainnya dari penyakit asam lambung ini adalah Anda merasakan rasa asam atau pahit di belakang mulut Anda yang menyebabkan Anda mual dan ingin memuntahkan makanan dibarengi dengan rasa nyeri yang tidak nyaman. 

Penyebab GERD

Penyebab GERD adalah karena terjadinya refluks asam dalam frekuensi yang sering. 

Dalam sistem pencernaan, terdapat katup otot di sekitar bagian bawah kerongkongan Anda atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah (LES). 

Fungsi sfingter esofagus ini adalah untuk mencegah agar asam dari lambung tidak naik ke atas. Saat Anda menelan, katup ini akan rileks dan terbuka lalu menutup kembali dengan kencang setelahnya. 

Pada penderita GERD, katup tidak menutup dan mengencang dengan benar dan disinilah kondisi refluks asam terjadi dan memungkinkan cairan pencernaan dan isi perut naik ke kerongkongan.  

Faktor Risiko GERD

Anda memiliki risiko lebih besar terkena penyakit asam lambung ini bila memiliki faktor-faktor berikut ini, yaitu: 

  • Obesitas 
  • Faktor kehamilan 
  • Kondisi hiatal hernia, yaitu tonjolan bagian atas perut naik ke diafragma
  • Gangguan jaringan ikat 
  • Telat makan 

Kondisi penyakit asam lambung Anda dapat menjadi semakin parah apabila Anda memiliki kebiasaan berikut ini: 

  • Merokok 
  • Makan-makanan pemicu asam lambung naik, seperti makanan berlemak, gorengan, dll 
  • Minum kopi atau alkohol 
  • Minum obat-obatan tertentu 
  • Makan dalam porsi besar dan cepat 
  • Makan pada larut malam 
  • Telat makan 

Untuk mengatasinya, penting bagi Anda untuk mengurangi risiko penyakit asam lambung kambuh dengan pola makan sehat dan jadwal makan yang teratur. 

Baca Juga: 12 Makanan Pantangan Asam Lambung, Hati-Hati Mengonsumsinya!

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala penyakit asam lambung tersebut terlalu sering, termasuk nyeri dada, sensasi terbakar, sesak napas, dan sakit pada rahang dan lengan.

Anda juga harus konsultasi ke dokter apabila Anda secara rutin minum obat untuk sakit maag yang dijual bebas lebih dari dua kali seminggu untuk mengatasi gejala terkait penyakit asam lambung. 

Diagnosis GERD

Apabila Anda memiliki gejala penyakit lambung, dokter akan memastikannya dengan bertanya seputar riwayat kesehatan Anda, pemeriksaan fisik, dan mungkin melakukan beberapa prosedur medis, sebagai berikut: 

  • Barium Swallow: Pemeriksaan radiografi (X-ray) untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas Anda yang dilakukan setelah Anda meminum larutan barium
  • Endoskopi Gastrointestinal: Endoskopi atas dilakukan dengan memasukan kamera kecil ke kerongkongan untuk pemeriksaan dan pengumpulan sampel jaringan 
  • Manometry Esofagus: Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan selang tipis fleksibel ke kerongkongan untuk memeriksa otot kerongkongan 
  • Pemantauan pH Esofagus: Pemantauan kerongkongan untuk mengidentifikasi kapan asam lambung naik 

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan satu atau lebih prosedur untuk memastikan diagnosis dan risiko komplikasi penyakit asam lambung. 

Cara Mengobati GERD

Sebagian besar penderita penyakit asam lambung dapat sembuh dengan menjaga pola makan dan pola hidup yang sehat, namun dokter mungkin merekomendasikan obat resep atau pembedahan untuk gejala yang lebih serius. 

Berikut ini adalah cara mengobati GERD, yaitu: 

1. Obat Bebas 

Berikut ini adalah obat bebas yang digunakan untuk indikasi penyakit asam lambung, yaitu:

  • Antasida untuk menetralkan asam lambung 
  • H2 receptor blockers untuk mengurangi produksi asam di lambung 
  • Obat proton pump inhibitors (PPIs) untuk menghambat produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan

Obat-obatan tersebut dapat dibeli secara bebas di apotik. 

2. Obat Resep 

Berikut ini adalah obat resep yang umumnya diresepkan dokter untuk indikasi penyakit asam lambung, yaitu:

  • Obat H-2-receptor blockers dosis kuat seperti amotidine, nizatidine, dan ranitidine. Obat ini dapat digunakan untuk perawatan jangka panjang namun memiliki risiko kekurangan vitamin B-12 dan patah tulang
  • Proton pump inhibitors (PPIs) dosis kuat seperti esomeprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, rabeprazole dan dexlansoprazole.
  • Obat untuk mengatasi sfingter esofagus bagian bawah yang melemah seperti obat Baclofen

Dokter akan meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan tingkat keparahan gejala penyakit dan kondisi kesehatan Anda. 

3. Operasi dan Prosedur Medis Lainnya 

Dalam kondisi yang lebih parah, dokter akan merekomendasikan operasi atau prosedur medis lainnya untuk mengatasi gejala penyakit asam lambung yang memburuk. 

Prosedur medis yang digunakan adalah fundoplication. fundoplication adalah pembedahan untuk mengencangkan otot dan mencegah refluks asam dengan cara membungkus bagian atas perut Anda di sekitar sfingter esofagus bagian bawah.

Baca Juga: Asam Lambung Tinggi: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Cara Mengobati GERD Secara Alami 

Kondisi ini dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan pola hidup. Berikut ini adalah cara mengatasi penyakit ini secara alami, yaitu: 

  • Berhenti merokok 
  • Menurunkan berat badan ke ukuran ideal 
  • Jangan makan berlebihan, terutama saat malam hari 
  • Jangan berbaring setelah makan 
  • Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung naik seperti kopi, soda, teh, alkohol, dll 
  • Hindari menggunakan pakaian ketat setelah makan 
  • Mengunyah permen karet setelah makan 
  • Makan sesuai dengan jadwal teratur 

Menjalani pola makan yang benar dan teratur dapat membantu mengatur asam lambung tetap stabil.

Komplikasi GERD

Refluks asam lambung kronis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi, meliputi: 

  • Striktur esofagus, yaitu penyempitan kerongkongan 
  • Luka terbuka di esofagus
  • Esofagus Barrett, yaitu kerusakan akibat perubahan pada esofagus yang meningkatkan risiko kanker kerongkongan 

Itulah pembahasan tentang GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau yang umum dikenal dengan penyakit asam lambung. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat. 

 

  1. Healthline Editorial Team dan Heather Cruickshank. 2018. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd. (Diakses pada 16 Januari 2020).
  2. MacGill, Markus. 2018. Everything you need to know about GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php. (Diakses pada 16 Januari 2020).
  3. MayoClinic. 2019. Gastroesophageal reflux disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940. (Diakses pada 16 Januari 2020).

Share