Today:26 January, 2020

Dilema Whatsapp 2020, Antara Bayar Dan Beriklan

Dilema Whatsapp 2020, Antara Bayar Dan Beriklan
Foto : pixabay/HeikoAL

Rumren Official, Jakarta – Sangat santer dibicarakan, aplikasi Whatsapp kembali menyita perhatian publik. Pasalnya meuncul wacana jika aplikasi tersebut akan menampilkan iklan atau bahkan berbayar.

Seperti yang kita ketahui, Whatsapp merupakan sebuah aplikasi perpesanan yang sangat populer di dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Peranannya sangat membantu dalam kebutuhan komunikasi, seperti halnya panggilan suara, chat, atau bahkan panggilan video.

Terlepas dari fungsi tersebut, Whatsapp juga sering dipakai untuk membuat grup chat. Khususnya bagi komunitas sekolah, guru, atau kelompok lainnya.

Dan menurut yang dikabarkan, aplikasi Whatsapp kembali mencanangkan niat untuk menetapkan biaya berlangganan.

Seperti yang kita tahu, selama ini Whatsapp masih menjadi aplikasi gratis yang tidak ada embel-embel penghasilan.

Terhitung sejak diakumulasi oleh Facebook di tahun 2014, Whatsapp akan dikenai biaya berlanggan sebesar $1 atau setara Rp 14.000 per tahun.

Meski sudah lama muncul, namun wacana tersebut belum terlaksana hingga sekarang. Namun mencuat kembali di tahun 2020.

Sebagai salah satu cara bagi Whatsapp untuk meraih keuntungan ialah dengan menyelipkan iklan di antara status para penggunanya.

Hal tersebut sama halnya dengan yang terjadi pada Instagram Stories dan Facebook Stories. Sehingga pengguna akan melihat iklan pada sela-sela status tersebut.

Secara dasar, pengguna akan melihat iklan pada saat mengintip Whatsapp Status orang lain, namun tidak akan melihat iklan jika tidak menggeser pada tab tersebut.

Sedangkan untuk sebelumnya, ide mengenai Whatsapp akan dikenakan biaya sudah menjadi perdebatan di internalnya sendiri.

Bahkan pendiri Whatsapp, Brian Acton dan Jun Koum sampai keluar dari perusahaan yang mereka dirikan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, alternatif mana yang harus dipilih, apa whatsapp berbayar? Atau Whatsapp Beriklan?

Namun hal lucu dari tanggapan para netizen mengenai kabar tersebut, banyak dari mereka yang justru ingin hengkang dan beralih pada aplikasi lain.

Namun tidak sedikit pula yang masih membela Whatsapp. Mereka berujar, selama masih tidak menganggu, maka sudah sangat wajar bagi Whatsapp untuk menyematkan iklan tersebut.

Kebanyakan individu masyarakat Indonesia suka dengan hal gratis. Bagaimana dengan anda?

Share
x